Dengan meningkatnya standar lingkungan dan permintaan energi bersih, lini pengolahan briket arang muncul sebagai industri hijau yang stabil dan menguntungkan. Bagi pengusaha kecil dan menengah serta perusahaan ramah lingkungan, memahami biaya dan manfaat lini produksi sangat penting.
Komposisi lini pengolahan briket arang
Lini produksi briket arang lengkap terutama meliputi: penghancur, penggiling, mixer, mesin pencetak, pengering, dan peralatan kemasan. Proses produksinya adalah: penghancuran bahan baku → penggilingan menjadi bubuk → pencampuran merata → pencetakan kompresi → pengeringan dan pengaturan → pengemasan dan pengiriman.
Peralatan modern memungkinkan produksi berkelanjutan, memproses 200–1000 kg bahan baku per jam. Operasi 8–10 jam sehari menghasilkan 1–8 ton arang jadi. Lini produksi dapat disesuaikan secara fleksibel berdasarkan jenis bahan baku (serbuk kayu, tempurung kelapa, debu batu bara, dll.) dan kebutuhan output.

Biaya investasi dan pengembalian
Harga peralatan bervariasi berdasarkan kapasitas dan tingkat otomatisasi. Lini produksi skala kecil sekitar $5.000–15.000 USD, sementara lini skala menengah hingga besar dapat mencapai $30.000–80.000 USD. Selain biaya peralatan, pengeluaran tambahan meliputi pengadaan bahan baku, pembangunan lokasi, dan biaya tenaga kerja.
Mengambil contoh lini skala kecil: biaya bahan baku untuk arang jadi sekitar $100–150 per ton, dengan harga pasar sekitar $200–300 per ton. Produksi harian 2–3 ton menghasilkan keuntungan bulanan sebesar $3.000–6.000, biasanya mencapai titik impas dalam 6–12 bulan.

Prospek pasar dan aplikasi
Arang stik batu cocok untuk bahan bakar rumah tangga, barbekyu, katering, dan aplikasi pemanasan industri. Permintaan pasar terus tumbuh, didorong oleh kebijakan lingkungan dan promosi energi bersih. Secara bersamaan, linimasa pembuatan briket arang menampilkan operasi sederhana dan konsumsi energi rendah, menjadikannya ideal untuk startup dan pabrik kecil dalam meluncurkan proyek ekonomi hijau.

